TOGALE Halsel Meriahkan Carnaval Budaya dalam Rangka HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan
Halmahera Selatan – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, keluarga besar TOGALE Halmahera Selatan turut ambil bagian dalam kegiatan Carnaval Budaya yang digelar di kawasan Landmark Pantai Mandaong, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-23 Halsel yang melibatkan berbagai organisasi, paguyuban, dan komunitas masyarakat. Dalam konvoi carnaval budaya tersebut turut hadir Paguyuban Togale diantaranya, Ika-Togale Halsel, BMT Halsel, Hibualamo Halsel, serta Media Center (MC) Ika-Togale Halsel.
Sejumlah tokoh yang tergabung dalam rombongan TOGALE Halsel antara lain Ketua Ika-Togale Halsel Halifat Wahid Barnabas, Sesepuh Ika-Togale Frans Fofoki, Sekretaris Ika-Togale Halsel Yaret Colling, Ketua Hibualamo Safara Muhammad, Ketua BMT Halsel Muh. Zaki Abd Wahab, Sudarto Abd Wahab, Korlap Hibualamo Ade, Ketua MC Ika-Togale Tarmiji Usman dan rombongan.
Ketua IKA-TOGALE Halsel, Halifat Wahid Barnabas, mengatakan bahwa carnaval budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari identitas masyarakat Halmahera Selatan yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Carnaval budaya bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan identitas kita sebagai masyarakat yang memiliki keberagaman budaya. Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat persatuan dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah,” ujarnya.
Menurut Halifat, peringatan HUT ke-23 Halsel merupakan momentum penting untuk mengenang perjalanan perjuangan para pendiri daerah sekaligus menatap masa depan pembangunan Halmahera Selatan yang lebih maju.
Sementara itu, Frans Fofoki menyampaikan bahwa perayaan HUT Halsel memiliki makna historis yang sangat penting bagi seluruh masyarakat.
“Peringatan HUT ke-23 Halsel merupakan momentum yang patut dirayakan bersama karena dari sinilah sejarah terbentuknya Kabupaten Halmahera Selatan terus dikenang oleh generasi saat ini dan mendatang,” katanya.
Frans juga menilai carnaval budaya menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat kerukunan dan kebersamaan antar paguyuban serta kelompok masyarakat yang ada di Halmahera Selatan.
“Carnaval budaya merupakan kekuatan kita dalam menjaga persatuan sekaligus mempertahankan keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Halmahera Selatan,” tambahnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam carnaval budaya dapat terus mendukung kemajuan daerah sejalan dengan tema HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan, yakni ‘Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan.’
Tim redaksi mandiolinews




