BREAKING NEWS


 

Perempuan Adat Tobelo Novinia Ambeua Sampaikan Keprihatinan atas Konten Viral yang Diduga Merendahkan Tarian Cakalele


Maba, Halmahera Timur – Seorang perempuan adat Tobelo, Novenia Ambeua, menyampaikan keprihatinan dan keberatannya terhadap beredarnya sebuah konten video viral di media sosial yang diduga merendahkan Tarian Cakalele, salah satu warisan budaya masyarakat Tobelo-Galela dan Maluku Utara.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Maba, Selasa (23/6/2026), Novenia menegaskan bahwa Tarian Cakalele bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan simbol sejarah, keberanian, kehormatan, persatuan, serta identitas masyarakat adat yang diwariskan secara turun-temurun.


Menurutnya, setiap bentuk penyajian maupun penggunaan simbol-simbol budaya Cakalele harus dilakukan dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab, mengingat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

"Sebagai perempuan adat, saya memandang bahwa tindakan yang berpotensi merendahkan budaya lokal dapat melukai perasaan masyarakat adat dan mengabaikan perjuangan para leluhur yang telah menjaga serta mewariskan nilai-nilai budaya tersebut dari generasi ke generasi," ujar Novenia.

Dalam pernyataannya, Novenia menyampaikan lima poin sikap terkait konten yang beredar tersebut. 


Pertama, mengecam segala bentuk konten yang dinilai merendahkan, melecehkan, atau mendistorsi nilai budaya Tarian Cakalele.


Kedua, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan para kreator konten, untuk menghormati serta melestarikan budaya daerah dengan cara yang bermartabat.


Ketiga, mendorong pihak yang membuat dan menyebarkan konten tersebut untuk memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat adat apabila terbukti terdapat unsur penghinaan terhadap budaya Cakalele. 


Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum edukasi tentang pentingnya penghormatan terhadap keberagaman budaya dan kearifan lokal.


Kelima, menegaskan bahwa budaya adat merupakan identitas dan martabat masyarakat yang harus dijaga, dihormati, serta dilestarikan bersama.


Novenia berharap seluruh pihak dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dan tidak menjadikan simbol-simbol budaya sebagai bahan candaan yang berpotensi menyinggung atau merendahkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat.


"Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi identitas yang menghubungkan kita dengan leluhur dan generasi yang akan datang," tutupnya.


Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal serta upaya menjaga kehormatan warisan leluhur di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.


Redaksi : Tarmiji Usman 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar