BREAKING NEWS


 

Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Kunci Kemajuan Desa


HALMAHERA SELATAN
– Pembangunan desa tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Literasi, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan desa yang berkelanjutan.

Di tengah pesatnya pembangunan fisik yang berlangsung di berbagai wilayah, peningkatan kesadaran masyarakat tetap menjadi tantangan sekaligus kebutuhan utama. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, talud, dan fasilitas umum memang penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, namun pembangunan manusia memiliki peran yang lebih strategis dalam menentukan masa depan desa.

Desa Bobo, Kecamatan Mandioli Utara, menjadi salah satu dari 249 desa di Kabupaten Halmahera Selatan yang terus berupaya mendorong peningkatan kualitas masyarakat melalui gerakan literasi dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, mandiri, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Berbagai kalangan menilai pembangunan fisik dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Sebaliknya, membangun karakter, pola pikir, serta kesadaran masyarakat membutuhkan proses panjang yang harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Kesadaran untuk menjaga lingkungan, merawat fasilitas umum, menghargai pendidikan, hingga berpartisipasi aktif dalam pembangunan tidak dapat dibentuk secara instan. Karena itu, penguatan budaya literasi menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang maju.

Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, kreatif, dan produktif. Masyarakat yang memiliki budaya literasi yang baik dinilai lebih siap menghadapi perubahan, memanfaatkan peluang, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Selain persoalan literasi, desa-desa juga menghadapi tantangan lain berupa keterbatasan lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut mendorong sebagian generasi muda memilih merantau untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik di luar daerah.

Fenomena ini menjadi perhatian karena desa berpotensi kehilangan sumber daya manusia produktif yang seharusnya dapat berperan sebagai motor penggerak pembangunan lokal. Oleh karena itu, pembangunan desa perlu diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat.

Potensi desa di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif perlu terus dikembangkan agar mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan keseimbangan antara infrastruktur, pendidikan, literasi, dan ekonomi. Infrastruktur yang memadai akan membuka akses, sementara masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan akan mampu memanfaatkan akses tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sebagai bagian dari Bumi Saruma, Desa Bobo menunjukkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya tentang bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga tentang membangun manusia yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan semangat untuk memajukan daerahnya.

"Infrastruktur dapat dibangun dalam waktu singkat, tetapi membangun manusia membutuhkan proses yang panjang. Dari manusialah lahir kemajuan yang sesungguhnya."

Melalui penguatan literasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi desa, diharapkan desa-desa di Halmahera Selatan dapat tumbuh menjadi pusat pembangunan yang melahirkan generasi cerdas, mandiri, dan sejahtera. 

Tim redaksi mandiolinews 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar