Pemdes Pasipalele dan Mahasiswa STAIA Labuha Tutup Turnamen Pemuda Cup, Kades: Ini Bukan Akhir Kerja Sama
HALMAHERA SELATAN, MALUKU UTARA — Pemerintah Desa (Pemdes) Pasipalele, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, resmi menutup Turnamen Pemuda Cup yang digelar melalui kolaborasi Pemdes Pasipalele bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIA) Labuha, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah positif bagi generasi muda Desa Pasipalele untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Selain mempererat silaturahmi antarpemuda, turnamen ini juga mendorong semangat sportivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Pasipalele Ongko Ishak menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa STAIA Labuha dan pemuda Pasipalele yang telah memberikan kontribusi dan dedikasi dalam mendukung pelaksanaan turnamen bersama pemerintah desa.
Menurutnya, kegiatan Pemuda Cup tidak hanya sebatas pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka.
Ongko menegaskan, Turnamen Pemuda Cup akan diupayakan kembali digelar pada tahun berikutnya sebagai agenda olahraga pemuda Desa Pasipalele.
“Turnamen ini akan kami lanjutkan pada tahun berikutnya. Kami ingin terus mengembangkan bakat generasi muda melalui ajang sepak bola. Pemerintah desa siap berjalan bersama anak-anak muda untuk membangun kegiatan yang positif dan bermanfaat,” katanya.
Sekdes: Pemuda Harus Diberi Ruang Berkreasi
Sementara itu, Sekretaris Desa Pasipalele Sofyan Ahmad mengatakan, pelaksanaan turnamen menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan antara pemerintah desa, mahasiswa dan masyarakat.
Ia menilai, keterlibatan mahasiswa STAIA Labuha memberikan nilai positif karena tidak hanya menjalankan kegiatan akademik di tengah masyarakat, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan kepemudaan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan. Pemuda membutuhkan ruang untuk menyalurkan bakat, kreativitas dan energi mereka ke arah yang positif. Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa dan masyarakat menjadi kekuatan untuk mewujudkan kegiatan yang bermanfaat,” ujar Sofyan.
Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama turnamen dapat terus dipertahankan meskipun kegiatan pertandingan telah berakhir.
Ketua Panitia: Sportivitas dan Kebersamaan Jadi Nilai Utama
Ketua Panitia Hi Hermanto Bakri Turnamen Pemuda Cup menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, mahasiswa STAIA Labuha, peserta turnamen, masyarakat serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan hingga selesai.
“Kami bersyukur Turnamen Pemuda Cup dapat terlaksana dan ditutup dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana turnamen ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun sportivitas dan mengembangkan potensi pemuda,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan turnamen pada tahun mendatang dapat dikembangkan dengan persiapan yang lebih matang dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
Penutupan Turnamen Pemuda Cup sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian pertandingan, namun semangat pembinaan generasi muda di Desa Pasipalele diharapkan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan positif dan produktif.





